PANGKAL PINANG – Tak hanya mendampingi kegiatan sang suami Gubernur Sumsel
Herman Deru saat kunjungan kerja ke Provinsi Bangka Belitung, setibanya di kota
Pangkal Pinang, Minggu (08/03/2020) sore, Febrita Lustia Herman Deru yang juga
Ketua TP PKK Sumsel, menyempatkan diri melihat koleksi kain khas Pangkal
Pinang, tenun cual di Museum Cual Ishadi.
Di Museum Cual yang didirikan keluarga besar Isnawati Hadi sebagai salah
satu ikon di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, wanita dengan sapaan
akrab Feby Deru itu meluangkan waktu selama hampir 1 jam menyaksikan langsung
proses pembuatan kain Cual.
Feby Deru menyimak dengan tekun penjelasan dan paparan tentang koleksi kain
Cual yang ada di Museum itu. Beberapa motif kain Cual yang dipajang antara lain
motif Naga Bertarung, Kecubung, dan Kembang China, ketiganya secara nasional
telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda.
"Iya hari ini saya bersama beberapa Ibu dari OPD kita, juga para Ibu
dari Bank Sumsel Babel berkunjung ke Museum Kain Cual di kota Pangkal Pinang.
Pada dasarnya motif kain songket yang kita punya tidak jauh berbeda dengan kain
Cual. Di Palembang ada kain Limar dan kain Blongsong, sedangkan di sini apa pun
motifnya baik flora maupun fauna, tetap disebut kain Cual," kata Feby.
Melihat dan menyaksikan kain khas dari daerah lain, dijelaskan Feby dapat
menambah wawasan dan memberi pengalaman tersendiri terutama dalam menghargai
dan menjaga kearifan lokal.
Sementara itu bagi pendiri Museum Kain Cual Isnawati Hadi, kehadiran
Ketua TP PKK Sumsel merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya.
"Museum ini berdiri tak lama sejak Bangka Belitung berpisah dari
provinsi Sumatera Selatan. Kain Cual ini adalah identitas kami yang telah
menjadi warisan budaya", ujaenya.
Koleksi kain Cual dapat diperoleh di outlet Ishadi mulai harga Rp 65.000
hingga Rp 18 juta, sedangkan souvenir mulai harga Rp 25.000 hingga Rp 150.000.
Apresiasi dan ucapan bangga juga diungkapkan Ketua TP PKK kota Pangkal
Pinang Monica Haprianda atas kunjungan yang dilakukan Feby Deru. "Terima
kasih atas kedatangan Ibu Gubernur ke Museum ini. Kain Cual ini bisa dijadikan
oleh-oleh khas dari kota Beribu Senyuman bagi mereka yang berkunjung ke Pangkal
Pinang", tuturnya.ovinsi Bangka Belitung, setibanya di kota Pangkal
Pinang, Minggu (08/03/2020) sore, Hj. Febrita Lustia Herman Deru yang merupakan
Ketua TP PKK Sumsel, menyempatkan diri melihat koleksi kain khas
Pangkal Pinang, tenun cual di Museum Cual Ishadi.
Di Museum Cual yang didirikan keluarga besar Isnawati Hadi sebagai salah
satu ikon di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, wanita dengan sapaan
akrab Feby Deru itu meluangkan waktu selama hampir 1 jam menyaksikan langsung
proses pembuatan kain Cual.
Feby Deru menyimak dengan tekun penjelasan dan paparan tentang koleksi kain
Cual yang ada di Museum itu. Beberapa motif kain Cual yang dipajang antara lain
motif Naga Bertarung, Kecubung, dan Kembang China, ketiganya secara nasional
telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda.
"Iya hari ini saya bersama beberapa Ibu dari OPD kita, juga para Ibu
dari Bank Sumsel Babel berkunjung ke Museum Kain Cual di kota Pangkal Pinang.
Pada dasarnya motif kain songket yang kita punya tidak jauh berbeda dengan kain
Cual. Di Palembang ada kain Limar dan kain Blongsong, sedangkan di sini apa pun
motifnya baik flora maupun fauna, tetap disebut kain Cual," kata Feby.
Melihat dan menyaksikan kain khas dari daerah lain, dijelaskan Feby Deru
dapat menambah wawasan dan memberi pengalaman tersendiri terutama dalam
menghargai dan menjaga kearifan lokal.
Sementara itu bagi pendiri Museum Kain Cual Isnawati Hadi, kehadiran
Ketua TP PKK Sumsel merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya.
"Museum ini berdiri tak lama sejak Bangka Belitung berpisah dari
provinsi Sumatera Selatan. Kain Cual ini adalah identitas kami yang telah
menjadi warisan budaya," ujarnya.
Koleksi kain Cual dapat diperoleh di outlet Ishadi mulai harga Rp 65.000
hingga Rp 18 juta, sedangkan souvenir mulai harga Rp 25.000 hingga Rp 150.000.
Apresiasi dan ucapan bangga juga diungkapkan Ketua TP PKK Kota Pangkal
Pinang Monica Haprianda atas kunjungan yang dilakukan Feby Deru.
"Terima kasih atas kedatangan Ibu Gubernur ke Museum ini. Kain Cual
ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari kota Beribu Senyuman bagi mereka yang
berkunjung ke Pangkal Pinang," tuturnya. (rel/hms/fs/01)

Posting Komentar